Why I Love Bandung
20 August, 2007kenapa saya cinta bandung? kota yang menurut sebagian orang sudah duk-dek, kota ini menawarkan berbagai macam keindahannya dan keruwetannya tersendiri. kita mulai dari yang jelek-jeleknya kemudian dilanjutkan dengan yang bagusnya.
- terlalu banyak perempatan, karena blocking yang pendek-pendek
- marka jalan yang semraut
- Tata kota yang semraut
- banyak orang yang gak sabaran
- polisinya terkadang hardcore kalo berurusan dengan motor yang ngelanggar
- trayek angkot terkadang ada yang tumpang tindih (eg. cibaduyut-karangsetra Vs soreang-kalapa).
- factory outlet (ini kelebihan sekaligus kekurangan).
- [IMHO] tata kota yang agak riweuh (eg. Mall samping sekolah atau tempat hunian yang terkadang mengabaikan AMDAL)
- Kalo akhir pekan bandung muacetnya luar biadab (oh please deh kita cuman pengen ke lisung - dago)
Nah, sekarang yang bagus-bagusnya:
- sunda (siga lauk hirup dina cai).
- sejuk *relatif*.
- orangnya ramah-ramah *relatif*.
- tempat makan yang enak deket-deket *relatif*.
- tempat makan murah murah *relatif*.
- gareulis *relatif*.
- mudah akses kemanapun di bandung (tentu saja exclude fasilitas yang ada diluar bandung).
- Alam bandung yang masih indah buat dijelajahi
- saya punya teman-teman yang hebat dan baik sekali di bandung.
kota bandung dulunya (AFAIK) setau saya tidak didesain sebagai tempat hunian tetap dengan intensitas semacam jakarta. kota ini didesain untuk tempat singgah dan berbelanja (seperti yang banyak dilakukan sekarang), tapi dengan densitas yang tinggi maka suka ada ungkapan sunda yang berbunyi “bandung heurin ku tangtung”, termasuk saya yang ikut ngaheurinkeun bandung
.
Yang terkadang lucu adalah, saya ngobrol dengan yang bisa dibilang preman, saya masih bisa ngomong dengan bahasa sunda halus bahkan terkadang sangat halus.
Ada yang punya pendapat lain tentang bandung?


ada indung.. ada bapak
yuks!
Comment by keqi — 20 August, 2007 @ 6:27 am
mo pindah den? ajak2 ya..
Comment by mBu — 20 August, 2007 @ 6:48 am
Yang terkadang lucu adalah, saya ngobrol dengan yang bisa dibilang preman => ini maksudnya sama saya Den?
Comment by Mira Marsellia — 20 August, 2007 @ 7:33 am
Bandoeng is the place where I was born
*lirik list* ga ada aku euy….
Comment by Trinie — 20 August, 2007 @ 4:46 pm
@oki ama mBu sharing komputer bareng yah?
@ceu Mira, errr sanes aya reman ti dago luhur.
@Trinie, siap dicatat bu!
Comment by dedenf — 21 August, 2007 @ 2:21 am
Bandung kota tercintaku setelah Palembang
bandung…oh…Palembang….
Comment by kaoru — 21 August, 2007 @ 5:53 am
PERSIB!
Comment by fahdi — 21 August, 2007 @ 12:30 pm
bandung oh bandung…. *nyamar jadi Wesly*
Comment by endhoot — 22 August, 2007 @ 1:56 am
blum pernah ke bandung
Comment by Nanad — 30 August, 2007 @ 10:24 pm
.#9 Sokoooooorrr
Comment by fanani — 1 September, 2007 @ 3:11 am
Ngomong2, punya kartu Identitas gk di Bandung :p
Dinas Kependudukan Bandung lagi riweuh tuh…;))
Comment by donny — 7 September, 2007 @ 8:37 pm
I Love Bandung..an
Comment by kiyat — 11 September, 2007 @ 2:20 am
bali, karena dari kecil gw disana
jogja, karena gw belajar disana
bandung, karena keluarga (id-gmail) gw disana!
Comment by starchie — 22 October, 2007 @ 7:21 pm
dan mulai sekarang gw harus ngebiasain diri tinggal di kota ini :p
Comment by ace — 23 October, 2007 @ 10:15 am
soalna simkuring lahir di kota kembang eta, jabaning aya karedok huahahaha *ah heurey ketang.
Coz Bandung is my heaven lah
Comment by liezmaya — 26 November, 2007 @ 10:07 am
ceritanya seru juga. sharing dong di situs kita, ilovebandung.com.
Comment by ilovebandung.com — 21 November, 2008 @ 5:47 am