been thinkin’

9 February, 2007

Bekerja dengan perusahaan punya orang memang ada enak dan tidaknya, enaknya kita dapat penghasilan tetap tiap bulannya, berstatus karyawan (yeah, rite™), bisa nunjukin kalo kenalan kita dari perusahaan anu. tapi terkadang yang gak enaknya, kerja kita diatur oleh orang lain, jam kerja yang diatur juga, tatacara berpakaian juga diatur.

Di tempat ini saya terkadang suka kangen dengan keadaan kerja saya dulu di bandung, dulu waktu antara kerja, geeking, dan hal-hal pribadi bisa dikerjakan dengan simultan. Lain dengan keadaan sekarang, terkadang harus di luar seharian terkadang juga di dalam seharian, waktu geeking yang berkurang (sempat lupa gimana cara nge-route dilin(s)ux!). dem, mungkin gara-gara waktu untuk hal tersebut makin berkurang terlibas dengan kesibukan yang menurut saya gak nyambung dengan area saya (sempet jadi supervisor procurement segala).

memang kalo bekerja di perusahaan IT terkadang kita harus bisa jadi superman dengan kemampuan yang banyak, tapi sekarang di perusahaan ini saya mengalami krisis identitas. Apakah saya seorang analis yang merangkap programmer yang merangkap kepala gudang yang merangkap penengah komplen klien merangkap tukang jaga printer*injek2* merangkap orang yang nunggingin firewall *doh*

dan ketika ditanyakan ke yang lebih atas dari saya, mereka cuman jawab “ya, harus bisa multitasking”.
yeah! i miss my simple work. mudah-mudahan bisa kerja freelancer yang tidak terlalu membutuhkan banyak cabang dalam pikiran.

hal baru

3 February, 2007

Hal baru terkadang membuat orang bingung, bingung mau ngapain, bingung apa yang musti dilakukan dengan hal tersebut. orang yang tidak terbiasa menggunakan kacamata kemudia pakai kacamata pastilah tak terbiasa, orang yang biasa meletakan sesuatu di unordered place kemudian ada yang “baik hati” merapikan jadilah orang itu gak tau lagi dimana barang tersebut.

Adaptasi memang hal yang musti dilakukan, tapi hal tersebut tidaklah sama disetiap orang, ada yang butuh harian, mingguan, bulanan. seperti sepatu lama yang enak dipakai dan sepatu baru bikin lecet, hal yang baru terkadang membuat kita tidak nyaman. Tapi ada juga yang sebaliknya, hal baru tersebut cenderung membuat kita lebih nyaman, terlebih orang yang memang senang dengan hal-hal yang baru.

Hal baru tidak selalu tidak baik dan tidak pula selalu baik, bagaimana kita mengatasi hal tersebut. Dengan hal yang baru kita belajar lagi, belajar dengan yang baru, belajar mengerti dan memahami.