Jakarta is a stunt city

29 November, 2006

Pernah lihat iklan Axe deodorant yang edisi stunt city? dimana orang-orang dalam iklan itu digambarkan melakukan hal-hal extrim dalam kehidupan sehari-harinya. Ada yang loncat dari jendela terus loncat ke atap bus, ada yang menerobos kaca dan kemudian loncat naik e pintu taksi dan beberapa aksi lainnya yang mencoba mengirim pesan bahwa axe deodorant for men itu memang bisa memberikan perlindungan ekstrim bagi orang yang banyak aktifitas.

Sama seperti di jakarta, dan tiap pagi ada sebuah aksi stunt, bahkan mungkin bagi yang punya mobil sekalipun. bagi yang tidak punya kendaraan pribadi tidak ada pilihan lain selain menggunakan kendaraan umum yang tahu sendiri hampir jarang ada yang “baleg” supirnya dalam mengendarai itu mobil (ini generalisasi berlebihan, tapi itulah yang saya temui di jalan). saya pernah naik mikrolet(Angkot) di pintu dengan satu kaki yang berpijak di pijakan pintunya. Dengan kondisi di pintu mikrolet ini srempetan kecil dari motor dari arah kiri belakang tidak terhindarkan, tapi alhamdulillah saya masih bisa gelantungan di pintu mikrolet.

Berlanjut lagi ketika turun dari mikrolet kita HARUS liat belakang, kalo tidak motor yang di belakang anda siap menerjang. aksi stunt belum berhenti, ketika anda hendak naik metromini atau kopaja anda mungkin diharuskan berlari untuk mengejar angkutan tersebut apalagi jika waktu sudah mepet dan supir biasanya gak sabaran, jika sudah dekat maka anda harus loncat untuk naik ke pintunya persis dengan iklan Axe. disitu pilihan anda hanya dapat masuk dengan berpegangan di pintu itu atau jatuh.

Ketika sudah masuk ke bis/metromini/kopaja bukan berarti aksi stunt anda berakhir. Jika anda beruntung anda dapat duduk, tapi bagi yang berbadan tinggi tempat duduk kopaja atau metromini sangat menyiksa karena jarak antara kursi sangat kecil, lutut anda pasti kena kursi depan yang kebanyakan terbuat dari plastik keras. jika tidak dapat duduk maka anda harus kuat berdiri. Ditambah pula dengan keamanan diatas bis yang terbilang rawan, sampai sekarang saya belum berani buka/terima telpon ketika sedang berada di bis. Ditambah dengan polusi dari asap kendaraan yang bikin sesak, itu juga termasuk aksi stunt bagi paru-paru anda :) . Dan jangan lupa kemacetan di kota jakarta yang lumayan parah, itu salah satu aksi stunt untuk kesabaran anda.

Ketika turun dari bis kita melakukan aksi stunt lagi yaitu biasanya loncat dari pintu bis ketika bis itu sedang berjalan, walaupun bisa terbilang pelan bis itu ketika hendak menurunkan penumpang tapi tetap saja momentum dari bis itu jika anda tidak hati-hati akan jatuh. karena biasanya mobil bis, kopaja, metromini jarang ada yang berhenti secara total ketika menurunkan penumpangnya, dan juga anda HARUS lihat belakang lagi, karena biasanya ada motor yang maksain nyalip dari arah kiri. ketika turun dari bis pastikan anda turun dengan kaki kiri terlebih dahulu.

dan pastikan anda hati-hati, dan semoga kendaraan umum di jakarta bisa lebih baik lagi. oh iya, mudah-mudahan yang sudah lama tinggal di jakarta bisa memberi saya banyak petuah hihi.. maklum, saya baru 3 bulan di jakarta.

12 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dedenf.blogsome.com/2006/11/29/jakarta-is-a-stunt-city/trackback/

  1. AHAHAHAHAHA….
    selamat datang di Jakarta kalo gitu :) )

    -=|[gretong bilang:budayakan berkomentar]|=-

    Comment by om7ack — 29 November, 2006 @ 5:06 am

  2. *lirik kekanan, doh.. masih yang lama*

    Comment by Azil — 29 November, 2006 @ 8:41 am

  3. welkam tu de klab! :D

    Comment by arjuna — 29 November, 2006 @ 10:28 am

  4. Jakarta oh Jakarta .. :D

    Comment by surur — 29 November, 2006 @ 11:41 am

  5. Den, sigana kamu kudu boga sembilan nyawa siga kucing

    Comment by Mira Marsellia — 30 November, 2006 @ 2:10 am

  6. menulis artikel berseri tanpa memberikan nomor seri adalah ho…ah, sudahlah…

    Comment by Junkerz side B — 30 November, 2006 @ 5:31 am

  7. hahah.. raja homok paan sehhh ??

    eh den.. gw mampir ke blog deng ya? gw lupa, tuh ada di paling atas komen gw :D

    -=|[gretong bilang:budayakan berkomentar]|=-

    Comment by om7ack — 30 November, 2006 @ 7:25 am

  8. hiehehehe.. jadi inget “tagline”nya Bajaj:
    “Only God Knows when it going to turn” :p

    Comment by boku_baka — 2 December, 2006 @ 3:59 am

  9. siapa suruh dateng jakarta?

    *kabur*

    Comment by Kampret — 7 December, 2006 @ 3:02 am

  10. Gaya penulisan tentang angkot mantap banget, ketauan punya bakat jadi kenek nih :-”

    Comment by Aryo Sanjaya — 9 December, 2006 @ 3:58 am

  11. Enakan jadi stuntman pake motor, apalagi di jakarta. Jalanan itu tiba2 berubah jadi sirkut MotoGP, semua orang disebelah bisa keliatan spt Valentino Rossi atau Nicky Hayden ;)

    Comment by Affan — 11 December, 2006 @ 11:16 pm

  12. pindah ke ubud aja den!

    *semua orang disuruh pindah ke ubud*

    Comment by dian ina — 15 December, 2006 @ 4:21 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.