Not so like motogp rider

25 October, 2006

Hari minggu kemarin tanggal 22 oktober akhirnya saya pulag mudik, berangkat dari bandung menuju karawang dengan menggunakan motor, ide mudik menggunakan motor ini memang sudah saya rencanakan sebelumnya karena demi efisiensi karena banyak bawa oleh-oleh dari bandung :D

Perjalanan dari bandung ke kawarang dengan menggunakan motor sekitar 2.5 - 3 jam, perjalanan saya mulai pada jam 10 pagi karena malamnya ada acara bersama warga gajah bandung dari malam hingga dini hari (ternyata 225 bingkisan gak cukup!), pada jam 10 pagi itu berangkat melalui jalan pasteur menuju ke cimahi diteruskan ke padalarang.

karena jalan menuju purwakarta dari bandung dipenuhi turunan dan tikungan tajam, pada waktu motor melewati sasaksaat ada kerikil yang sempat membuat motor saya oleng, tapi rintangan pertama itu dapat dilewati dengan selamat, saya melihat ada juga motor yang gak selamat melewati kerikil itu karena memang letaknya ada di tikungan turunan yang tajam.
Nah pada saat mendekati cikalong wetan (masih di daerah sasaksaat) disebuah tikungan lumayan tajam saya melihat motor didepan saya oleng, saya coba menghindar dengan cara ke kanan, ternyata walaupun saya kekanan tumpahan oli/solar (gag terlalu inget) ternyata luas dan olenglah motor yang saya bawa, motor mau oleng ke kanan, saya coba banting kiri karena saya kurang kontrol kalo jatuh ke kanan, setelah motor saya banting ke kiri dan jatuhlah motor dengan terseret akibat momentum sejauh 3 meter dan diakhiri dengan jatohnya saya ke selokan (untung kering).

Setelah jatuh saya cek keadaan tubuh saya, kepala, kaki, tangan, rusuk barangkali ada yang patah atau apapunlah, kemudian dengan sisa tenaga saya bangun dan untunglah ada beberapa warga yang menolong saya bangun dan mengamankan motor dari jalan, setelah melihat keadaan badan dan yang terluka adalah lutut dan kedua tangan, untunglah saya selalu menganut safety riding (peralatan default: helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu, jadi tidak terlalu parah (mungkin). kemudian melihat keadaan motor, ada beberapa yang bengkok, spion kiri lumayan agak tergores parah, setelah dilakukan beberapa perbaikan darurat dan pengobatan seadanya saya lanjutkan perjalanan kembali dengan lutut dan bahu yang lumayan perih (masih 1.5 jam lagi menuju karawang).

Setelah sampai di rumah saya obati kembali badan dan melihat dengan sedih oleh-oleh yang saya bawa sebagian sudah agak rusak :( akibat terbanting pas jatuh. yah rencana ingin menghabiskan lebaran dengan keluarga dengan membawa beberapa oleh-oleh akhirnya ditunda terlebih dahulu.

beberapa yang saya ambil hikmahnya dari kejadian ini adalah jangan mengerem terlalu kencang ketika motor slip akibat oli atau solar kalo bisa jangan mengerem usahakan kendalikan stang, jangan terlalu menikmati perjalanan karena saya terlalu menikmati tikungan dan turunan yang membuat siapapun pengendara motor akan terbawa suasana untuk bergaya seperti pembalap motogp :P

nb: skrimsup menyusul, lupa bawa card reader.
Update
After Jatoh

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

15 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dedenf.blogsome.com/2006/10/25/not-so-like-motogp-rider/trackback/

  1. doh.. ati2 den.. :)

    Comment by aRdho — 25 October, 2006 @ 9:00 pm

  2. *peyuk2 Deden*

    Comment by endhoot — 26 October, 2006 @ 4:00 am

  3. lebar motorna den..

    Comment by nugi — 26 October, 2006 @ 5:19 am

  4. Halah, Den…ati-ati kalau naik motor. Tapi untung juga kamu masih bisa nerusin. Betis nggak kena cium knalpot ya, karena jatuhnya ke kiri? Huh, nggak kompak sama aku.

    Comment by Joan — 26 October, 2006 @ 6:44 am

  5. tips dari deden akan gw inget2

    Comment by rendy — 26 October, 2006 @ 6:48 am

  6. yg penting selamat, motor bisa beli lagi

    Comment by enda — 26 October, 2006 @ 7:11 am

  7. ganti ama L300 aza Den…xixixi..:p
    fiuh…untung salamet maneh euy…

    Comment by Junkerz side B — 26 October, 2006 @ 11:30 am

  8. untung selamet.

    Comment by -peng — 26 October, 2006 @ 1:02 pm

  9. baguslah gpp.. lain kali motornya dipasang tambahan roda aja biar susah selip :D

    eh, selokannya gpp? ups…

    Comment by Ben — 26 October, 2006 @ 4:46 pm

  10. kenapa musti ikut2an 3 meter sih?

    Comment by arjuna — 30 October, 2006 @ 1:14 am

  11. Mohon maaf lahir dan batin :)

    Comment by Yudhis — 31 October, 2006 @ 2:49 am

  12. Faktor kecelakaan ada 3:
    - faktor alam
    - faktor kedisiplinan
    - dan faktor muka

    Comment by Aryo Sanjaya — 31 October, 2006 @ 3:05 am

  13. oalaaaaa…. kasian banget mang deden… makanya lain kali beli motor roda tiga.. anti selipp.. dijamin!!! mau segimana ngecot-nya juga…

    Comment by ndrit — 2 November, 2006 @ 3:45 am

  14. aduuuw next time hati-hati yak !!! mohon maaf lahir batin yaaah SUHU

    Comment by ciplok — 3 November, 2006 @ 6:41 am

  15. Haiyah, rek boboram siam geuning cilaka, menta di hampura lahir batin ah. :D

    Comment by jesie — 6 November, 2006 @ 6:42 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.