Mushola di BEC Tidak Manusiawi

7 June, 2006

Mungkin sudah tahu semuanya bahwa nyaris tidak ada Mushola yang layak di pusat-pusat perbelanjaan, khususnya bandung. tapi terkadang masih ada yang bisa diterima oleh dalam batas “wajar”, tapi Mushola yang di BEC ini sungguh-sungguh sangat tidak manusiawi.

dimulai dengan lokasi Mushola yang berada di lantai bawah(B2) yang sudah pasti berisi mobil-mobil parkir yang pasti mengeluarkan asap karbon yang menyesakkan ditambah lagi dengan hampir tidak adanya ventilasi atau exhaust untuk setidaknya mengurangi kadar asap yang berada di lantai tersebut, dan saya heran/kaget petugas parkir disana tidak mengunakan masker untuk perlindungan sama sekali.

kemudian jarak antara tempat wudhu dengan mushola walaupun dekat tapi diantara keduanya tersebut ada TOILET! dan orang-orang yang menggunakan toilet itu menggunakan alas kaki dan pasti melewati jalan antara tempat wudhu dan mushola, hal itu sangat tidak baik mengingat kita wudhu itu untuk menghilangkan hadats terutama dikaki, bagaimana ceritanya jika alas kaki orang-orang yang menggunakan toilet itu mempunyai najis/hadats (walaupun ketidaktahuan bisa menjadi pengecualian), hanya saja hal ini jika kita sudah tahu maka pupuslah pengecualian tersebut.

kemudian “arsitektur” musholanya yang sama sekali jauh dari kata nyaman, suara kipas apalah, suara deru mesin mobil, suara periwitan petugas parkir dan banyak lagi suara-suara lainnya. luas musholanya pun sangat kecil, saya sholat berjama’ah hanya cukup 6-7 orang per-shaf dan itu hanya bisa 3 shaf dengan konsekwensi shaf paling depan yang dekat pintu pasti sujud dekat kesetan kaki. kalau dijumlahkan paling cuma bisa menampung sekitar 22-24 orang, dan kebetulan saya hendak melaksanakan sholat maghrib jadi keadaan di mushola tersebut yang terjadi adalah ngantri!, menunggu giliran sholat, apa bisa dengan keadaan tersebut yang bising tak tenang karena di luar masih ada antrian dikatakan berhadapan dengan yang sang maha pencipta? saya pikir itu hanya untuk melaksanakan kewajiban sholat saja bukan sholat dalam arti sebenarnya.

Kemungkinan besar niat pengelola BEC dalam membuat mushola itu asal-asalan(atau bahkan tidak berniat?), bisa dilihat dari letak mushola, tempat wudhu, dan ada toilet diantara mushola dan tempat wudhu. atau itu mungkin pengelola melihat ada ruangan kecil+sempit tak terpakai, maka dipikirannya mungkin dipakai menjadi mushola saja sudah. ah, kalaupun mau ngadu, ngadu ke siapa?, ke pihak BEC? paling-paling dijawab “sudah untung dibuatkan mushola!” atau “sholat saja di tempat lain!” (suudzon mode ON). mudah-mudahan pihak BEC mau berbaik hati menyediakan mushola yang lebih baik dari yang sekarang.

oia satu lagi tempat parkir motornya SUX! diletakkan di lantai atas digedung sebelah kanan dan motor kita musti naik ke tempat parkir tersebut dengan kemiringan hampir 60°!

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dedenf.blogsome.com/2006/06/07/mushola-di-bec-tidak-manusiawi/trackback/

  1. Mushala di mall jarang yang enak. Pas gw di ITC Depok, masa tempat wudhunya kebuka gitu. Kan terasa mengganggu.

    Comment by Calupict — 7 June, 2006 @ 3:48 am

  2. kalo gw lebih suka di mushola atasnya, ada di lantai 5, memang sempit parah, tapi lebih bersih

    Comment by rendy — 7 June, 2006 @ 10:58 am

  3. ah..baru mall…perkantoran lebih parah.
    http://tausyiah275.blogsome.com/2006/03/26/pernahkah-terpikir/

    Comment by Junkerz side A — 7 June, 2006 @ 11:59 am

  4. yoi yoi…
    btw, gw blom diajak jalan2 di mol sama kaliyan neeeh….

    Comment by didats — 8 June, 2006 @ 3:08 am

  5. jadi didats kapan neh ke bandung ? gajinya masih dicicil juga ?

    Comment by rendy — 8 June, 2006 @ 12:16 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.