Permintaan Maaf
14 February, 2006Pada suatu siang tanggal 14 Februari, saya hendak pergi ke kantor pos jalan suci untuk keperluan yang mendesak, saya terburu-buru dan tidak hati-hati dalam mengendarai sepeda motor, ketika saya lihat seorang ibu-ibu yang saya pikir beliau tidak akan menyebrang. saya berniat melewatinya, tetapi tak terduga beliau menyebrang dan pas ketika saya hendak melewatinya. dan terjadi insiden penyenggolan dan beliau terjatuh, saya tidak sempat menengok ibu tersebut karena lalu lintas padat.
Dengan ini saya sampaikan saya mohon maaf sebesar-besarnya pada ibu yang telah saya sakiti, dan apabila ibu merasa ada yang perlu diselesaikan, saya bersedia menanggungnya.
Jika ibu membaca tulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya.
PS: tulisan ini telah saya kirimkan juga ke harian pikiran-rakyat


kirim ke PR ? kapan ?
Comment by rendy — 14 February, 2006 @ 5:42 am
barusan ren
Comment by dedenf — 14 February, 2006 @ 6:11 am
Kok nggak turun dulu? sapa tahu ibu itu punya anak gadis cantik..
Comment by boku_baka — 14 February, 2006 @ 6:40 am
BALEG BEL LAMUN NUMPAK MOTOR TEH…!!!
GEUS NABRAK MAIN INDIT WAE…
DASAR HOMOK…!!!
Comment by Junkerz side B — 14 February, 2006 @ 6:55 am
aku sumpahin dikau jadi homok..!
*ngumpet*
Comment by ibu ibu itu — 14 February, 2006 @ 7:13 am
*peluk deden*
Comment by endhoot — 14 February, 2006 @ 7:22 am
#4 sumuhun mi abdi rumaos lepat, lepat pisan.
Comment by dedenf — 14 February, 2006 @ 7:25 am
walaaaah…valentine’s gini nabrak ibu-ibu….met valentine yeee suhu
Comment by ciplok — 14 February, 2006 @ 7:38 am
turut prihatin
Comment by [BY]onicS — 14 February, 2006 @ 9:16 am
Wah.. tabrak lari ya den, kenapa gag turun langsung dan diselesaikan dengan baik2.
Comment by sun-ev — 14 February, 2006 @ 3:39 pm
Den, cuma mau bilang kalo kemaren gua gak jadi ketemu sama you-know-who. karena pas jam 17:30 server gua down sampe baru selesai naik lagi sektiar jam 19:00an. nah oleh sebab itu, hari ini direncanakan akan bertemu dengan you-know-who. sekian.
Comment by Azil Adi Permana — 15 February, 2006 @ 2:11 am
den…
den…
ternyata dikau masih orang baik ya???
ahh.. daku terharu den…
*usap2 rambut deden*
Comment by alex — 17 February, 2006 @ 10:44 pm
shame on you, hanya karena alasan lalulintas padat, kamu tidak mau bersegera menolong ibu itu.:-( *injek2 homok ciken*
Moga2 si Ibu itu ikhlas dan tidak mengalami hal2 yang lebih buruk.Dan
Bravo atas perhatian Deden setelah insiden tersebut, mau di sampaikan melalui media luas, semoga bisa diselesaikan dengan baik dan damai.
*tepok2 bahu Deden*
Comment by jesie — 13 March, 2006 @ 7:49 am