Mohon Maaf Lahir dan bathin
29 October, 2005
Hiks…hiks gak kerasa kita sudah hampir meninggalkan bulan ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, saya sadari pada bulan ramadhan ini kwalitas ibadah menurun (begitupun kwalitas ngejunk), padahal ramadhan hanya satu tahun sekali
( , pada awal sebelum puasa kita malah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut ramadhan tersebut dengan banyak sekali belanja-belanja hal-hal yang dikira penting dalam menyambut awal puasa (munggahan kalau orang sunda bilang), beli daging ayam, daging sapi sampai yang tidak biasa kita makan di bulan biasa kadang kita beli ‘hanya’ untuk menyambut satu hari 1 ramadhan tersebut. Hal itu memang tidak salah hanya saja penomena ini kadang keterlaluan, membeli sesuatu yang tidak pada takarannya (kadang berlebihan) dan sudah dapat dipastikan makanan-makanan yang tidak tahan lama akan langsung dibuang, ini pe-mubaziran lagi. belum lagi kadang saya melihat puasa ‘bener’ itu hanya tahan satu minggu, minggu berikutnya banyak orang-orang yang kembali makan dan minum siang hari (yang katanya muslim tentunya).
Adalagi alasan temen kuliah kakak saya yang kuliah di IAIN sunan gunung djati Bandung, ketika orang-orang sibuk menyambut ramadhan dengan beribadah, dia dengan santainya ngomong “Ah puasa itu hanya untuk orang taqwa…, saya belum merasa taqwa dengan sepenuh hati”, hahahaha…. lol what a joke!!. anak IAIN yang katanya keilmuan agamanya yang ‘tinggi’ aja bisa-bisanya ngomong gitu…. (halah malah bahas IAIN). back to topic (mana si opic?), sekarang kita akan mendekati hari raya aidul fitri, yang sudah pasti dirayakan oleh semua muslim yang ada di dunia. dan beberapa kejadian seperti beberapa hari sebelum puasa terjadi kembali, bahkan dua minggu sebelum hari raya tempat-tempat orang buat duit sangat amat (sebagai pengganti dari super-duper
) penuh bahkan untuk berjalan dari satu tempat ketempat lain sangat susah, ini saya alami ketika terpaksa harus ke sarkem untuk beli DVD (bajakan) One Piece session 10 yang ganggu banget kalo gak nonton. itu jalan penuhnya minta ampun padahal waktu ke lebaran masih dua minggu lagi!
Melihat hal-hal tersebut diatas intensitas kejadian tersebut makin meningkat, jika tahun-tahun lalu tempat belanja ‘mungkin’ hanya penuh kalau satu minggu sebelum lebaran, ah tapi who-cares-lah……. yang gak punya duit mah diem aja (termasuk saya). puasa jadi gak bermakna karena kesibukan belanja, melihat yang harusnya gak perlu dilihat (sigh!! babydoll tank-top dimana-mana), yang bisa saya lakukan mungkin hanya minta ampunan dan ampunan, seperti kata koh fahmi kita hanya manusia yang dhoif.
Akhir kata, tak ada kata yang dapat terucap selain Mohon maaf kepada teman-teman, terutama teman-teman di kampung gajah yang saya sapa hampir setiap hari pasti ada kata-kata yang kurang berkenan di hati mohon dimaafkan, buat Roy Suryo saya juga mohon maaf jikalau *halah* banyak kata-kata yang mengandung ajakan kesadaran yang agak ‘kasar’. kembali saya ucapkan Mohon Maaf Lahir dan bathin karena Alloh tidak akan mengampuni dosa yang bersifat Ghibah kecuali orang yang kita sakiti hatinya memberikan maaf *merinding..*. dan terkahir saya ucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

